
Palangka Raya,kalteng14.id – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah serta sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal. Kegiatan berlangsung secara daring dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (27/4/2026).
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, membahas perkembangan inflasi daerah yang dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang.
Yuas Elko menyampaikan bahwa perubahan harga sejumlah komoditas masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Menurutnya, komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang, dan beras masih menjadi penyumbang inflasi karena kerap mengalami kenaikan harga.
“Perubahan harga sangat bergantung pada pasokan. Gangguan pasokan dari luar daerah akan berdampak pada ketersediaan serta harga di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama antar daerah, terutama dengan wilayah penghasil komoditas pangan, guna menjaga stabilitas pasokan dan menekan gejolak harga.
Selain membahas inflasi, rakor juga mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah, termasuk persoalan ketersediaan lahan, percepatan perizinan, dan sinergi lintas instansi. Kegiatan ini turut membahas penyelenggaraan Jaminan Produk Halal untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha, khususnya UMKM, terhadap sertifikasi halal.
Melalui rakor tersebut, diharapkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, mempercepat pembangunan perumahan, serta mendukung implementasi jaminan produk halal di seluruh daerah.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.(red)
