PALANGKA RAYA, kalteng14 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui peluncuran berbagai program strategis di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa peluncuran program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kegiatan launching pada hari ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, khususnya dalam mendorong pendidikan inklusif berbasis nilai Belom Bahadat.
Menurutnya, program ini juga selaras dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah meluncurkan sejumlah program, di antaranya Program D1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, bantuan seragam sekolah, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Palangka Raya.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah tersebut.
Leonard mengungkapkan, bantuan seragam sekolah diberikan kepada lebih dari 60 ribu siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di seluruh Kalimantan Tengah, termasuk wilayah pedalaman.
Jenis bantuan yang disalurkan meliputi seragam olahraga, batik Huma Betang, seragam putih abu-abu, seragam Pramuka, hingga perlengkapan seperti sepatu, topi, dasi, dan ikat pinggang.
“Tujuannya tidak lain agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan layanan pendidikan, hingga menamatkan sekolah pada jenjang menengah maupun perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa peluncuran program pendidikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi langkah dan komitmen nyata kita untuk memastikan setiap putra-putri Kalimantan Tengah mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan maupun layanan dasar lainnya.
“Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, tidak bisa makan,” ujarnya.
Meski terjadi penurunan APBD pada 2026, Gubernur memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Menurutnya, program seperti Satu Rumah Satu Sarjana, sekolah gratis, serta bantuan seragam merupakan bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera untuk memperluas akses pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi jangka panjang. Pendidikan akan memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian. Maju mundurnya suatu daerah tergantung pada kualitas sumber daya manusianya,” katanya.
Ia juga menyambut peluncuran program pendidikan dokter spesialis di Universitas Palangka Raya sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah pusat, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah menuju Indonesia Emas.(Red)











