PALANGKA RAYA,kalteng14.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, yang mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam forum tersebut, Darliansjah menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tetapi juga memerlukan dukungan ekosistem usaha yang kuat, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga kepastian pasar.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor jasa keuangan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pengembangan ekonomi daerah harus mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, perekonomian Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 4,80 persen pada triwulan IV tahun 2025. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih merata.
Melalui FGD ini, pemerintah berharap dapat merumuskan berbagai langkah strategis guna memperkuat sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.(red)











