PALANGKA RAYA, kalteng14.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar webinar persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 bertema “Strategi Jitu Menaklukkan UTBK 2026”, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini diikuti siswa kelas XII SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kalimantan Tengah yang mengikuti secara terpusat di sekolah masing-masing melalui fasilitas TV interaktif.
Webinar tersebut menghadirkan Rafif Laksana sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang berhasil lolos ke Universitas Gadjah Mada melalui jalur UTBK dengan capaian nilai tinggi, termasuk skor penalaran matematika yang masuk kategori tertinggi secara nasional.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, membuka kegiatan tersebut secara daring. Ia menyampaikan bahwa webinar ini bertujuan memberikan pemahaman strategi belajar sekaligus membangun kepercayaan diri siswa dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Menurutnya, kehadiran narasumber inspiratif seperti Rafif menjadi motivasi bagi siswa, termasuk yang berada di daerah terpencil, untuk terus berusaha meraih prestasi.
“Tidak ada siswa yang tidak mampu, yang ada hanya belum menemukan cara belajar yang tepat,” ujarnya.
Reza juga mengapresiasi partisipasi Rafif yang meluangkan waktu berbagi pengalaman kepada siswa Kalimantan Tengah. Ia memperkirakan jumlah peserta mencapai puluhan ribu siswa dari berbagai sekolah.
Selain itu, ia menyoroti perkembangan pembelajaran di Kalteng yang semakin maju melalui pemanfaatan teknologi. Saat ini, siswa telah difasilitasi pembelajaran bahasa asing sesuai minat, seperti bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Korea, Prancis, Mandarin, hingga Arab.
Dalam arahannya, Reza mengajak siswa untuk tetap fokus belajar dan tidak terpengaruh keterbatasan ekonomi maupun latar belakang keluarga.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan program kuliah gratis bagi ribuan mahasiswa sebagai upaya mendukung akses pendidikan tinggi.
“Fokus utama siswa adalah belajar dan mengejar cita-cita,” tegasnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Rafif Laksana membagikan pengalaman pribadi dalam menghadapi UTBK. Ia mengaku pernah mengalami kesulitan akademik saat sekolah, namun berhasil bangkit melalui perubahan metode belajar dan kedisiplinan.
Ia juga mendorong siswa untuk tidak takut gagal serta tidak terjebak pada tekanan sosial, seperti rasa takut tertinggal dari orang lain.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa Kalimantan Tengah memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi strategi maupun mental, dalam menghadapi UTBK 2026 dan persaingan masuk perguruan tinggi.(red)











