PALANGKA RAYA, kalteng14 – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (rampcheck) terhadap armada bus di Kota Palangka Raya menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Pemeriksaan yang berlangsung pada 2–4 Februari 2026 tersebut dilakukan di sejumlah pool perusahaan otobus serta di Terminal WA Gara Palangka Raya.
Dari total 18 unit bus yang diperiksa, sebanyak tujuh unit dinyatakan laik jalan, satu unit laik jalan dengan catatan, sementara 10 unit lainnya tidak memenuhi persyaratan dan dilarang beroperasi.
Armada yang diperiksa berasal dari beberapa perusahaan otobus, di antaranya PO Airgan, PO Yessoe, PO DAMRI, PO Logos, dan PO Agung Mulia.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah pelanggaran, terutama terkait kelengkapan administrasi kendaraan. Di antaranya, terdapat kendaraan dengan BLU-e tidak aktif, KPS tidak aktif, hingga kendaraan yang tidak memiliki KPS.
Selain itu, petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga melakukan penindakan terhadap satu unit bus milik PO Logos karena ketidaksesuaian dokumen dengan kondisi fisik kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, menegaskan bahwa rampcheck merupakan langkah preventif untuk menjamin keselamatan penumpang, khususnya pada periode mudik Lebaran.
“Rampcheck ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan seluruh kendaraan angkutan umum yang beroperasi memenuhi persyaratan teknis dan administrasi, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan, kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak diperbolehkan beroperasi hingga dilakukan perbaikan.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Kendaraan yang tidak memenuhi aspek keselamatan kami larang beroperasi hingga dilakukan perbaikan dan dinyatakan laik jalan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para operator angkutan umum dapat meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan, sehingga layanan transportasi di Kalimantan Tengah semakin aman dan berkualitas.(red)











