PULANG PISAU,Kalteng14.id – Penerapan platform Kelas Digital Huma Betang dalam pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMAN 2 Maliku dinilai membawa berbagai manfaat, mulai dari peningkatan efisiensi kerja guru hingga penguatan integritas pelaksanaan ujian.
Pembina yang melakukan monitoring, Made Pujangga, menyebut penggunaan sistem digital yang terintegrasi mampu meminimalkan potensi kecurangan dibandingkan metode konvensional.
Menurutnya, mekanisme digital memberikan pengawasan yang lebih baik sekaligus memastikan hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik.
Selain itu, sistem tersebut juga mempermudah proses penilaian karena hasil ujian dapat diproses secara otomatis dan real time setelah peserta menyelesaikan pengerjaan soal.
“Penggunaan teknologi dalam evaluasi pendidikan membuat proses penilaian menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat,” ujarnya.
Made juga memberikan apresiasi kepada Kepala SMAN 2 Maliku, Fedrik Athur, beserta seluruh jajaran sekolah yang dinilai berhasil mengadaptasi sistem digital dengan baik meskipun berada di wilayah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Ia menilai langkah sekolah dalam memanfaatkan platform digital, baik untuk pembelajaran maupun pelaksanaan ujian, menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi telah berjalan di daerah.
Lebih lanjut, Made menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan terhadap program digitalisasi pendidikan melalui pengembangan Kelas Digital Huma Betang.
Ia berharap inovasi tersebut terus berkembang dan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan akses teknologi, serta menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.(red)











