Disdik Kalteng Perkuat Pembelajaran Digital, Guru Diminta Aktif Gunakan Kelas Huma Betang

PALANGKA RAYA, kalteng14.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong percepatan transformasi pembelajaran berbasis digital di seluruh satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat memimpin rapat koordinasi daring bersama kepala sekolah se-Kalimantan Tengah, Rabu (4/2/2026).

Dalam arahannya, Reza menyebutkan bahwa implementasi pembelajaran digital menunjukkan tren positif. Pemanfaatan papan tulis digital dan platform Kelas Digital Huma Betang mulai digunakan secara aktif oleh para guru.

Ia mengaku telah melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pembelajaran melalui sistem tersebut.

“Dari pemantauan, terlihat semakin banyak guru yang mulai memanfaatkan kelas digital. Ini menjadi indikator bahwa proses pembelajaran mulai beradaptasi dengan sistem baru,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembenahan sistem tetap menjadi perhatian utama, khususnya dalam meningkatkan kualitas aplikasi agar pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

Menurutnya, evaluasi teknis perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mengatasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Reza juga menginstruksikan agar penggunaan Kelas Digital Huma Betang menjadi kebiasaan dalam proses belajar mengajar. Guru diminta untuk terlebih dahulu mengakses platform tersebut sebelum memulai pembelajaran dengan perangkat digital.

Dalam proses pengawasan, guru diharapkan aktif selama kegiatan belajar berlangsung, termasuk menyalakan kamera dan audio sebagai bentuk kehadiran dalam kelas.

“Melalui sistem ini, proses pembelajaran dapat dipantau secara langsung, sehingga keaktifan guru dan siswa bisa terukur,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan sistem tersebut juga dapat diakses oleh pimpinan daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, untuk memantau aktivitas pembelajaran secara real time.

Ia berharap seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik dapat berperan aktif agar transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan merata di seluruh wilayah.(Red)

Tinggalkan Balasan