KASONGAN, Kalteng14.id – Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang efektif dan terkoordinasi di daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan yang digelar BPBD Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Katingan, Selasa (21/4/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Markus, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh peserta harus dapat diteruskan kepada masyarakat luas agar kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana semakin meningkat hingga ke tingkat desa dan komunitas.
Sekitar 40 peserta dari unsur perangkat daerah, dunia usaha, dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan terkait berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kalimantan Tengah, termasuk banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Tengah, Indra Wiratama, menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi yang baik antar-pemangku kepentingan akan membantu menghindari tumpang tindih peran saat penanganan darurat berlangsung serta mempercepat proses penanganan di lapangan.
Selain membahas karakteristik ancaman bencana, peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme penanganan yang terintegrasi guna meningkatkan efektivitas respons ketika terjadi bencana.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap terbentuk masyarakat yang lebih tangguh, siap menghadapi risiko bencana, serta mampu berperan aktif dalam upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana di wilayah masing-masing.(red)











