BPS Kalteng Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Ribuan Petugas Lapangan

PALANGKA RAYA, kalteng14.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah terus mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan menggelar Apel Siaga dan Sosialisasi di halaman Kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS untuk memastikan seluruh tahapan sensus berjalan optimal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendataan ekonomi sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Data BPS menunjukkan, hasil Sensus Ekonomi 2016 mencatat terdapat 237.092 unit usaha di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar 98,42 persen merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta industri pengolahan menjadi bidang usaha yang paling dominan.

Pelaksanaan SE2026 dijadwalkan berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026. Pendataan akan dilakukan melalui dua metode, yakni pengisian data secara daring menggunakan sistem Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) serta wawancara langsung oleh petugas ke lokasi usaha.

Berbagai informasi akan dihimpun dalam sensus ini, mulai dari identitas usaha, jumlah tenaga kerja, pemanfaatan teknologi informasi, hingga kondisi ekonomi dan keuangan usaha. Data tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan dunia usaha di Kalimantan Tengah.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes, menjelaskan bahwa persiapan teknis terus dilakukan, termasuk pelatihan berjenjang bagi para instruktur. Pelatihan tersebut dimulai dari tingkat nasional hingga daerah sebelum diteruskan kepada petugas lapangan yang akan bertugas melakukan pendataan.

Dalam waktu dekat, BPS juga akan membuka proses rekrutmen petugas sensus. Para petugas yang terpilih nantinya akan mendapatkan pembekalan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan.

Selain metode kunjungan langsung, BPS juga akan menerapkan sistem pengisian mandiri untuk perusahaan atau usaha berskala besar melalui media elektronik yang dikirimkan ke alamat email masing-masing perusahaan.

Pendataan direncanakan berlangsung selama beberapa bulan dengan melibatkan sekitar dua ribu petugas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan hasil pemutakhiran data usaha yang saat ini masih dilakukan.

Untuk memastikan cakupan data lebih akurat, BPS tengah melakukan integrasi dan verifikasi informasi dari berbagai sumber, termasuk kementerian, pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta basis data statistik yang telah dimiliki sebelumnya.

Agnes mengakui pelaksanaan sensus ekonomi memiliki tantangan tersendiri karena banyaknya informasi yang harus dikumpulkan dari setiap pelaku usaha. Kondisi tersebut menyebabkan proses wawancara membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan pendataan biasa.

Karena itu, BPS berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memberikan dukungan serta bekerja sama dengan petugas sensus saat pelaksanaan nanti.

Menurutnya, data yang lengkap dan akurat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan gambaran kondisi ekonomi daerah yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan di masa mendatang.(red)

Tinggalkan Balasan